Perombakan kabinet tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melahirkan perubahan posisi dan pejabat di beberapa kementerian. Sebagaimana analogi kehamilan dan persalinan, jika kehamilannya terlalu cepat alias prematur maka tidak baik bagi kondisi si bayi. Begitu juga jika kehamilannya terlalu tua.
"Ini pekan yang tepat bagi Presiden SBY untuk mematangkan perombakan kabinet, jangan diundur-undur lagi karena tidak bagus bagi iklim politik dan ekonomi secara nasional," ujar Peneliti Developing Countries Study Centre (DCSC) Abdul Hakim, Selasa (4/10/2011).
Reshuffle kabinet menurutnya akan dilakukan Presiden SBY dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Selain kinerja, faktor yang dipertimbangkan adalah dukungan politik, respon publik dan pelaku pasar.
"Bagaimanapun respon publik dan pelaku pasar menjadi faktor yang ikut mempengaruhi, karena ganti menteri tidak bisa asal bongkar pasang mengejar kuota politik semata," terangnya.
Seperti diberitakan, Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengatakan, pekan ini Presiden SBY akan mensimulasi beberapa nama calon menteri.
"Presiden dan wapres akan mulai membandingkan keunggulan masing-masing calon dan pada saat yang sama akan mensimulasikan untuk menghasilkan teamwork yang kuat," ujar Daniel di Istana Negara,
Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1781436/reshuffle-kabinet-hamil-tua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar